Konflik India-Pakistan Memanas, Serangan Drone Hantam Garis Perbatasan | Ruang Viral

Ruang Viral - Ketegangan antara India dan Pakistan terus meningkat tajam. Terbaru, pasukan militer Pakistan melancarkan serangkaian serangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan persenjataan lainnya di sepanjang perbatasan barat India pada Kamis malam (8/5/2025) hingga Jumat dini hari (9/5/2025).

Melalui unggahan resmi di platform X (dulu Twitter), Angkatan Darat India menuduh militer Pakistan telah melakukan "berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata" di sepanjang Garis Kontrol (LoC), wilayah perbatasan yang diperebutkan di kawasan Kashmir.

“Serangan drone berhasil digagalkan, dan balasan setimpal telah diberikan terhadap pelanggaran gencatan senjata (CFV),” demikian pernyataan tentara India, dikutip dari Reuters. Mereka juga menegaskan bahwa setiap "rencana jahat" akan dibalas dengan kekuatan militer penuh.

Sementara itu, pihak Pakistan membantah tudingan tersebut. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa kedua negara telah terlibat dalam saling tembak-menembak di sepanjang garis perbatasan, termasuk aksi saling kirim drone dan rudal ke wilayah udara masing-masing dalam beberapa hari terakhir. Konflik ini telah merenggut hampir 40 nyawa.


 Akar Konflik: Serangan Balasan dan Tuduhan Kamp Teroris

Memanasnya situasi dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan India pada Rabu lalu, yang menargetkan sejumlah lokasi di Pakistan. Pemerintah New Delhi mengklaim lokasi tersebut merupakan kamp militan sebagai respons atas serangan mematikan terhadap pasukannya di Kashmir.

Namun, Islamabad membantah keterlibatan dalam serangan ke sejumlah wilayah India seperti kota Pathankot di Punjab, Srinagar di lembah Kashmir, dan Jaisalmer di Rajasthan. Pemerintah Pakistan menyebut tuduhan tersebut "tidak berdasar" serta bermuatan politis.


Seruan Dunia Internasional: Redakan Ketegangan

Komunitas internasional terus menyuarakan keprihatinan atas eskalasi konflik antara dua negara bersenjata nuklir ini. Amerika Serikat dan China termasuk di antara negara-negara yang menyerukan pengendalian diri dari kedua belah pihak.

Wakil Presiden AS JD Vance dalam wawancaranya dengan Fox News menegaskan pentingnya penghentian konflik. “Kami berharap konflik ini segera mereda. Namun, kami tidak dapat memaksakan kehendak kepada negara-negara ini,” ujarnya dalam program *The Story with Martha MacCallum.*


Konflik Historis yang Tak Kunjung Usai

India dan Pakistan telah lama terlibat dalam hubungan penuh ketegangan sejak keduanya memperoleh kemerdekaan dari kekuasaan kolonial Inggris pada tahun 1947. Isu paling sensitif di antara keduanya adalah wilayah Kashmir, yang mayoritas penduduknya beragama Muslim.

Kawasan ini menjadi titik panas konflik, bahkan telah menjadi latar dua dari tiga perang besar yang pernah terjadi antara India dan Pakistan. Kini, dengan kembalinya ketegangan di kawasan tersebut, kekhawatiran akan pecahnya perang besar kembali mencuat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel